Category: Berita Daerah

  • Komisi III Apresiasi dan Dukung Polda Metro Jaya Usut Dugaan Eksploitasi Anak dalam Kerusuhan 27 Agustus 2026

    Komisi III Apresiasi dan Dukung Polda Metro Jaya Usut Dugaan Eksploitasi Anak dalam Kerusuhan 27 Agustus 2026

     

    Komisi III Apresiasi dan Dukung Polda Metro Jaya Usut Dugaan Eksploitasi Anak dalam Kerusuhan 27 Agustus 2026 Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Foto: Devi/Septamares

     

    Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah Polda Metro Jaya yang mengusut dugaan tindak pidana eksploitasi anak di balik kericuhan unjuk rasa pada 27 Agustus lalu. Menurutnya, dugaan pelibatan anak dalam aksi yang berujung kerusuhan merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara menyeluruh.

    “Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada jajaran Polda Metro Jaya atas keberhasilannya mengungkap dugaan tindak pidana eksploitasi di balik kericuhan unjuk rasa,” ujar Habiburokhman, di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

    Ia menegaskan, tindakan melibatkan maupun mengeksploitasi anak-anak dalam aksi unjuk rasa bukan hanya berpotensi melanggar ketentuan hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai demokrasi serta merusak ruang penyampaian aspirasi publik. Menurutnya, aksi demonstrasi yang semestinya berlangsung damai, tertib, dan bermartabat tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu kerusuhan.

    Habiburokhman menilai, dugaan eksploitasi anak dalam kericuhan tersebut perlu diusut secara mendalam guna memastikan fakta hukum dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Penanganan perkara juga harus mengedepankan perlindungan terhadap anak sebagai kelompok rentan yang semestinya dijauhkan dari tindakan yang dapat membahayakan keselamatan dan masa depannya.

    “Penyelidikan mendalam perlu terus dilanjutkan untuk membongkar motif utama di balik aksi kerusuhan tersebut, termasuk menelusuri secara tuntas keterlibatan pihak-pihak tertentu sebagai dalang atau penyandang dana,” tegas Politisi dari Fraksi Partai Gerindra itu.

    Lebih lanjut, Habiburokhman mendorong agar seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini penting untuk menjaga ketertiban umum, memastikan akuntabilitas penegakan hukum, sekaligus mencegah terulangnya praktik eksploitasi anak dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

     

    Di sisi lain, maraknya dugaan kekerasan yang terjadi dalam rangkaian kerusuhan 27 Agustus lalu, termasuk meninggalnya seorang warga di kawasan Pejompongan, menunjukkan pentingnya pengusutan secara menyeluruh terhadap seluruh peristiwa yang terjadi.

    Penegakan hukum tidak hanya perlu diarahkan pada dugaan eksploitasi anak, tetapi juga harus memastikan setiap dugaan tindak kekerasan yang mengakibatkan korban luka maupun meninggal dunia ditangani secara transparan, profesional, dan berdasarkan fakta hukum.

  • Kompolnas Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya Tangani Kasus Kerusuhan 27 Agustus

    Kompolnas Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya Tangani Kasus Kerusuhan 27 Agustus

    Sumber:metrotv

     Jakarta. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya dalam menangani dan mengungkap rangkaian kasus kerusuhan yang terjadi pada 27 Agustus 2026.

    Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono Sudiutomo. Ia menilai penanganan perkara oleh Polda Metro Jaya, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Perempuan, Anak, dan Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO), dilakukan secara profesional.

    “Kami sampaikan dari Kompolnas, bahwa kami memberikan apresiasi atas apa yang sudah dicapai oleh Polda Metro Jaya, khususnya Dirkrimum dan Direktur PPA-PPO, dan tentunya akibat tangan dari Pak Kabid Humas, Pak Budi. Terima kasih,” kata Arief dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/09/2026).

    Kompolnas, kata Arief, terus mengikuti perkembangan penanganan perkara yang dilakukan Polda Metro Jaya sejak peristiwa tersebut terjadi.

    Ia menjelaskan, kerusuhan yang terjadi pada malam 27 Agustus 2026 merupakan peristiwa yang berbeda dengan aksi penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung pada siang harinya.

    Menurut Arief, salah satu perkembangan penting dalam penanganan perkara tersebut adalah pengungkapan pihak-pihak yang diduga menggerakkan dan mendanai massa.

    Pendanaan tersebut, menurutnya, diduga digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan massa yang digerakkan untuk mengikuti aksi.

    Kompolnas juga mengapresiasi langkah kepolisian dalam menangkap tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan hingga menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia.

    “Kita lihat slogan dari pada Polda Metro Jaya dalam hal ini adalah “Jaga Jakarta”, ini sudah dilaksanakan secara profesional, komprehensif, dengan ditangkapnya tiga orang tersangka,” ujar Arief.

    Arief menilai proses pengungkapan dan identifikasi para tersangka dilakukan melalui sejumlah metode serta melibatkan berbagai pihak dan ahli.

    Dalam proses penyelidikan, polisi turut menganalisis sejumlah barang bukti, termasuk tongkat pemukul dan batu yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

    Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) serta video yang beredar di media juga dianalisis untuk membantu mengidentifikasi para pelaku.

    Menurut Arief, langkah tersebut menunjukkan proses kerja kepolisian yang profesional dalam mengungkap perkara.

    Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, terutama yang melibatkan anak-anak dalam aksi yang berujung kerusuhan akibat iming-iming uang.

    Karena itu, Arief mengimbau agar anak-anak tidak dilibatkan dalam kegiatan yang berpotensi mengarah pada tindakan anarkis dan kerusuhan.

    “Jadi, mudah-mudahan mereka lebih baik di rumah. Jangan sampai mereka turun ke jalan untuk bisa melaksanakan panggilannya, demo, tapi ternyata disuruh rusuh,” pungkas Arief.

  • Polisi Apresiasi Jakmania, Persija Tekuk Persib 2-1 di GBK dengan Aman dan Tertib

    Polisi Apresiasi Jakmania, Persija Tekuk Persib 2-1 di GBK dengan Aman dan Tertib

    Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polisi Apresiasi Suporter

    Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polisi Apresiasi Suporter

     

    JAKARTA – Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan pertandingan Persija Vs Persib, di Gelora Bung Karno (GBK) berjalan aman dan lancar.

    “Kegiatan hari ini berjalan aman, tertib, lancar, sehingga proses pengamanan di GBK dalam pertandingan Persija melawan Persib berjalan tertib, damai,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Sabtu (12/9/2026).

    Budi menyebut, bahwa Polda Metro Jaya mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran pertandingan tersebut.

    Menurutnya, polisi sampai saat ini masih melakukan beberapa rangkaian demi memastikan semuanya berjalan aman. Di antaranya mengawal bubarnya penonton.

    “Dan kita masih berharap, kita masih, petugas pengamanan juga masih melakukan pengamanan, pengawalan sampai dengan masa cair,” ujar Budi.

    Menurut Budi, keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergisitas yang baik seluruh stakeholder terkait.

    “Kami juga mengapresiasi kepada seluruh petugas pengamanan, baik itu dari TNI, Pemprov DKI, steward, dan semua yang terlibat termasuk dari pengawalan dari teman-teman Jakmania,” tutup Budi.

  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Bekasi, Polisi Bagikan Masker

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Bekasi, Polisi Bagikan Masker

    Foto: Polres Metro Bekasi Kota turun ke jalan membagikan masker antisipasi abu vulkanik Anak Krakatau. (dok. Istimewa)
    Bekasi – Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah Bekasi. Mengantisipasi hal itu, Polres Metro Bekasi Kota turun membagikan masker kepada para pengendara.
    Kegiatan pembagian masker ini berlangsung di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Stasiun Bekasi, Terminal Bekasi, serta ruas jalan lain yang ramai dilalui warga. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana ikut turun membagikan masker kepada warga, Minggu (6/9/2026).

    Pembagian diprioritaskan bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, antara lain pengendara, pengemudi ojek daring, pengemudi angkutan umum, pedagang, petugas parkir, dan pejalan kaki. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, langkah tersebut merupakan wujud pelayanan sekaligus kesiapsiagaan kepolisian, sekaligus wujud kehadiran Polri di tengah kondisi bencana.

    “Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Putu Kholis.

    Ia mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat memicu iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu memperoleh perhatian lebih.


    Polres Metro Bekasi Kota turun ke jalan membagikan masker antisipasi abu vulkanik Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). Foto: dok. Istimewa
    “Perlindungan diri tidak perlu menunggu munculnya keluhan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker dengan benar, lindungi mata, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan yang berlanjut,” ujarnya.

    Putu Kholis juga meminta warga tetap tenang dan cermat menyikapi informasi yang beredar.

    “Waspada bukan berarti panik. Ketenangan harus disertai kedisiplinan dalam memilih informasi. Jadikan kanal resmi BMKG, PVMBG, dan pemerintah sebagai rujukan agar setiap langkah didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

    Berdasarkan pemantauan BMKG pada Minggu pukul 08.00 WIB, sebaran abu vulkanik di atmosfer teridentifikasi meliputi Banten, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, hingga Bengkulu. Sementara itu, PVMBG menyatakan episode erupsi menerus telah berakhir, tetapi aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

  • Abu Anak Krakatau Kepung Jakarta, Polda Metro Kerahkan 3 Water Cannon Semprot Jalanan

    Abu Anak Krakatau Kepung Jakarta, Polda Metro Kerahkan 3 Water Cannon Semprot Jalanan


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Polres Jaksel Respons Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Polres Jaksel Respons Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Foto: Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)

    Jakarta – Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. Anggota kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk mendalami kasus yang terjadi.
    “Polsek Pesanggrahan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelecehan terhadap seorang anak,” demikian keterangan Polsek Pesanggrahan di akun Instagram @polsekpesanggrahan, Kamis (3/9/2026).

    Kasus dugaan pelecehan seksual itu terjadi di Jalan H Elyas, Petukangan Utara, pada Senin (31/8). Dalam foto yang diunggah, tampak sejumlah warga sudah berkumpul di tempat kejadian perkara (TKP).

    Viral Cekcok Petugas dan Penumpang KRL di Stasiun Angke, KCI Urai Duduk Perkara
    Polisi mengamankan TKP untuk mencegah kasus main hakim sendiri. Seorang terduga pelaku dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Petugas mendatangi lokasi dan mengamankan seorang pria yang diduga terkait kejadian tersebut. Selanjutnya, pihak terkait dibawa ke Polsek Pesanggrahan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

    Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jaksel sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)
    Polsek Pesanggrahan juga menangani laporan masyarakat terkait dugaan pencurian kabel di Jalan Sulaiman, Petukangan Utara yang terjadi pada Rabu (2/9) dini hari kemarin.

    Ketua RT Cerita Sosok Warga Depok Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia
    “Mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta pengumpulan informasi. Diimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” katanya.

  • Polri Tegaskan Pelayanan Penyampaian Aspirasi Tetap Humanis, Prosedural dan Akuntabel

    Polri Tegaskan Pelayanan Penyampaian Aspirasi Tetap Humanis, Prosedural dan Akuntabel

    Jakarta – Sejak awal dalam kegiatan kepolisian, Polri mengedepankan pendekatan humanis dan prosedural serta mensosialisasikan pelayanan penyampaian aspirasi dimuka umum pada bulan Agustus 2026. Polri menegaskan memandang perlu untuk meluruskan distorsi informasi demi tegaknya keadilan prosedural dan legitimasi hukum.

     

    Polri menegaskan komitmennya bahwa sebagai negara hukum, wajib menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia. Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum.

    “Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Selasa (1/9).

    Dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, Polri telah melakukan langkah-langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta perlindungan dan pelayanan masyarakat, dengan upaya Preemtif, upaya Preventif, dan upaya Penegakan hukum.

    1. Upaya Preemtif : Deteksi dan sosialisasi, edukasi, serta literasi, Partisipasi Masyarakat

    Deteksi Dini & Pencegahan: Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik.

    “Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik,” kata Karo Penmas.

    Kolaborasi Komunitas : Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.

    “Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing,” ujarnya.

    Edukasi & Literasi: Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan.

    “Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan,” tuturnya.

    2. Upaya Preventif: Kehadiran Kepolisian dalam Ruang Sosial Masyarakat

    Dimulai Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (turjawali) : Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata.

    “Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata,” kata Karo Penmas.

    Fasilitator Demokrasi yang Humanis : Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan).

    “Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan),” ujarnya.

    3. Upaya Penegakan Hukum: Ultimum Remedium yang Terukur

    Ultimum Remedium: Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik.

    “Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik,” tutur Karo Penmas.

    Legalitas dan Akuntabilitas Mutlak : Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama.

    “Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta mengutamakan keselamatan seluruh masyarakat dan tetap berjalannya aktifitas sosial masyarakat lainnya. Diimbau kepada seluruh masyarakat silahkan untuk melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkas Karo Penmas Divhumas Polri.

  • Berikut Profil Kombes Pol Andi Oddang, Akpol 2003, Resmi Jabat Kapolres Metro Bekasi

    Profil Kombes Pol Andi Oddang, Akpol 2003, Resmi Jabat Kapolres Metro Bekasi

    Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo menggantikan Kombes Pol Sumarni yang dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.

    Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo menggantikan Kombes Pol Sumarni yang dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.

    Mutasi Kapolres Metro Bekasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026.

    Rotasi, mutasi dan promosi bersama 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan Polri, Senin (31/8/2026).

    Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2003. Kombes Pol Sumarni merupakan lulusan Sepa PK tahun 1996. Ia menjabat Kapolres Metro Bekasi sejak Januari 2026.

    Andi Oddang Riuh Hutomo pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi 2021.

    Dengan demikian Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo kembali ke Bekasi. Prestasi menonjol Kombes Pol. Andi Oddang Riuh Hutomo sebagian besar dicatatkan di bidang pemberantasan narkotika, khususnya saat beliau menjabat sebagai Kasubdit 3 dan Kasubdit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya.

    Salah satunya Pembongkaran Jaringan Narkoba Irjen Teddy Minahasa. Kombes Pol. Andi Oddang terlibat langsung dalam penanganan dan pengembangan penyidikan kasus peredaran narkotika yang mendapat perhatian nasional.

    Ia memimpin proses krusial seperti rekonstruksi transaksi narkoba yang melibatkan bandar besar Kampung Bahari, Alex Bonpis, serta perantara bernama Janto, yang menjadi salah satu mata rantai utama dalam pusaran kasus tersebut.

    Saat bertugas di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, ia dan timnya sukses membongkar industri rumahan (home industry) pembuatan sabu dengan modus baru berupa liquid vape (rokok elektrik) di Jakarta Barat.

    Kasus ini merupakan penindakan skala besar karena bahan bakunya didatangkan langsung dari jaringan narkotika internasional asal Iran.

    Berkat konsistensi, rekam jejak yang bersih, serta keberhasilannya di bidang reserse dan pemberantasan narkoba, beliau mendapatkan kenaikan pangkat reguler menjadi Komisaris Besar Polisi saat bertugas di Bareskrim Polri.

    Kariernya yang cemerlang ini mengantarkannya langsung pada promosi strategis dari Kapolri untuk sebagai Kapolres Metro Bekasi pada akhir Agustus 2026.

    Riwayat Pendidikan

    Akademi Kepolisian (Akpol) Lulus pada tahun 2003 Batalyon Tatag Trawang Tungga.

    Gelar akademik

    Sarjana Ilmu Kepolisian (SIK)

    Magister Hukum (M.H.)

    Riwayat Jabatan

    Kabagbinopsnal Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya sebelum 2021

    Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi 2021

    Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya 2022-2023.

    Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya 2023

    Pamen Bareskrim Polri 2024-2026

    Kapolres Metro Bekasi  (Akhir Agustus 2026 – Sekarang

     

  • Di Tengah Tekanan dan Situasi Jakarta yang Genting, Buher Tetap Tampil Tenang di Hadapan Publik

    Di Tengah Tekanan dan Situasi Jakarta yang Genting, Buher Tetap Tampil Tenang di Hadapan Publik

    JAKARTA — Ketika Jakarta riuh oleh aksi massa, derasnya informasi dan berbagai isu di media sosial, Kombes Pol Budi Hermanto menjadi salah satu wajah Polda Metro Jaya yang paling sering berada di depan kamera.

    Sebagai Kabid Humas, Budi dituntut selalu siap memberikan jawaban. Sebelum aksi, saat situasi berlangsung, hingga ketika keadaan mulai mereda.

    Tugas itu bukan perkara mudah. Seorang juru bicara harus cepat merespons, tetapi tetap akurat; tegas, namun terukur. Sebab, satu kata dapat membentuk persepsi publik.

    Dari Reserse ke Garis Depan Informasi

    Lulusan Akpol 2000 ini memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan siber. Ia pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kapolres Batu, Kapolresta Malang Kota hingga Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri.

    Kini medan tugasnya berbeda. Ia berhadapan bukan hanya dengan persoalan hukum, tetapi juga opini publik, pemberitaan, kritik dan derasnya media sosial.

    Salah satu ujiannya muncul ketika persoalan rekening Mandiri milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), menjadi sorotan.

    Ketika narasi “pemblokiran rekening” berkembang, Budi tampil memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan permohonan penundaan transaksi

    Bagi publik, perbedaan istilah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi komunikasi institusi, istilah dapat menentukan persepsi.

    Menjadi juru bicara bukan hanya tampil membawa kabar baik. Justru ketika institusi sedang disorot dan dipertanyakan, keberanian untuk tetap hadir menjadi penting.

    Budi Berada di Depan.

    Tentu, kondusifnya Jakarta bukan hasil kerja seorang Kabid Humas. Ada ribuan personel, pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat, media dan berbagai pihak yang ikut menjaga situasi.

    Namun komunikasi publik tetap memiliki peran penting.

    Ketika situasi tegang, publik membutuhkan informasi. Ketika kabar simpang siur, publik membutuhkan klarifikasi. Dan ketika keadaan mulai tenang, publik membutuhkan kepastian.

    Di tengah semua itu, Budi Hermanto menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara kepolisian dan masyarakat.

    Mungkin kamera hanya merekam beberapa menit. Tetapi di baliknya ada informasi yang harus diverifikasi, perkembangan yang harus dipantau dan pertanyaan yang harus dijawab.

    Ketika Jakarta gaduh, Budi tetap bicara. Ketika institusinya dikritik, ia tetap tampil.

    Dan ketika kota kembali bergerak normal, kerja seorang juru bicara mungkin tidak selalu terlihat.

    Tetapi setidaknya, Budi telah menunjukkan satu hal sederhana, ketika publik membutuhkan jawaban, ia memilih untuk tetap berada di depan.**

  • Kapolda Sumsel Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    Kapolda Sumsel Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    Kapolda Sumsel Ikuti Shalat Istisqa di Griya Agung, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga mengikuti Shalat Istisqa berjamaah di Halaman Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Sumatera Selatan.

     

    Shalat Istisqa dilaksanakan di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kekeringan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Ikhtiar spiritual tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama menghadapi dampak kondisi cuaca yang terjadi.

     

    Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan pembukaan dan sambutan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Istisqa berjamaah, ceramah agama, dan doa bersama agar Sumatera Selatan segera memperoleh hujan yang bermanfaat.

     

    Kapolda Sumsel hadir bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, di antaranya Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., Dir Polairud Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol. Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., Kabid Kum Polda Sumsel Kombes Pol. Sigit Adiwuryanto, S.I.K., serta perwakilan personel Polda Sumsel.

     

    Shalat Istisqa tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga kondisi kemarau dan berbagai dampaknya dapat segera teratasi.

     

    Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, Kajati Sumsel Nurcahyo, J.M., S.H., M.H., Sekda Prov. Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, M.Tr.Opsla., Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., para Kepala OPD Provinsi Sumsel, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

     

    Kebersamaan tersebut mencerminkan kepedulian lintas elemen dalam menghadapi tantangan kekeringan, cuaca ekstrem, dan potensi karhutla. Selain ikhtiar spiritual melalui doa bersama, sinergi seluruh unsur tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau di Sumatera Selatan.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan keikutsertaan Kapolda Sumsel beserta jajaran dalam Shalat Istisqa merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat.

     

    “Polri tidak hanya hadir dalam menjaga kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti musim kemarau dan ancaman karhutla. Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Menurutnya, kebersamaan antara ulama, umara, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah. Ikhtiar spiritual tersebut diharapkan berjalan seiring dengan langkah nyata pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi dampak musim kemarau.

     

    Melalui Shalat Istisqa di Griya Agung, jajaran Polda Sumsel bersama Forkopimda dan masyarakat meneguhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau. Doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan, kesuburan, serta kesejukan bagi Sumatera Selatan dan sekitarnya.